Jam Kantor : 04.30 - 23.00 WIB

7 Destinasi Wisata Candi di Malang Paling Ikonik & Penuh Sejarah

Admin Army

Wisata Candi di Malang

Selama ini, nama Malang sering kali langsung memicu ingatan akan kebun apel yang asri, udara dingin Kota Batu, atau deretan pantai eksotis di Jalur Lintas Selatan (JLS). Namun, di balik modernitas dan pesona alamnya, wisata candi di Malang menyimpan harta karun peradaban yang jauh lebih tua dan sakral. Sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Singhasari—salah satu kerajaan terbesar yang pernah berdiri di Nusantara—Malang adalah rumah bagi deretan candi megah yang membisu namun sarat akan cerita.

Wisata candi di Malang menawarkan pengalaman slow travel yang berbeda. Ini bukan sekadar tentang berswafoto, melainkan tentang menelusuri jejak kaki para raja, memahami filosofi kuno melalui relief, dan mengagumi kejeniusan arsitektur masa lalu.

Mengapa Wisata Sejarah di Malang Begitu Memikat?

Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah yang cenderung melebar dan kolosal, candi di Malang memiliki ciri khas Langgam Jawa Timuran. Secara fisik, candi-candi ini biasanya lebih ramping, menjulang tinggi, dan terbuat dari batu andesit atau bata merah.

Selain itu, relief yang dipahatkan di dinding candi di Malang memiliki gaya yang lebih dinamis dan menyerupai tokoh wayang. Setiap pahatan bukan sekadar hiasan, melainkan media literasi masa lalu yang menceritakan ajaran spiritual, pengabdian, hingga epos kepahlawanan. Mengunjungi situs sejarah ini memberikan ketenangan batin yang jarang ditemukan di taman hiburan modern.

Eksplorasi Candi-Candi Ikonik di Malang Raya

Menjelajahi candi di Malang terasa seperti menyusun kepingan puzzle sejarah. Berikut adalah destinasi utama yang wajib masuk dalam rencana perjalanan Anda:

1. Candi Singosari: Sang Saksi Bisu Kejayaan Kertanegara

Wisata Candi di Malang

Candi Singosari bukan sekadar tumpukan batu andesit, melainkan sebuah monumen spiritual yang dibangun sekitar tahun 1300 Masehi sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Raja Kertanegara. Sebagai penguasa terakhir sekaligus terbesar dari Kerajaan Singhasari, Kertanegara meninggalkan warisan berupa candi pendarmaan yang unik karena terlihat seolah “belum selesai”. Hal ini mencerminkan masa transisi politik yang penuh gejolak di masa lalu, di mana pembangunan candi terhenti akibat serangan mendadak dari Jayakatwang.

  • Arsitektur Unik (Candi Bertingkat): Secara teknis, candi ini disebut sebagai candi “tengah” karena ruang sucinya terletak di bagian kaki candi, bukan di tengah badan candi.
  • Patung Dwarapala yang Megah: Terletak sekitar 300 meter di sebelah barat, terdapat dua patung penjaga raksasa setinggi 3,7 meter yang merupakan Dwarapala terbesar di Indonesia, melambangkan kewaspadaan pelindung kerajaan.
  • Fungsi Spiritual: Di dalam bilik candi ini dulunya tersimpan arca-arca indah seperti Prajnaparamita (Dewi Kebijaksanaan) yang kini menjadi koleksi berharga di Museum Nasional.

2. Candi Kidal: Relief Garudeya dan Simbol Pembebasan

Wisata Candi di Malang

Berlokasi di lembah hijau Kecamatan Tumpang, Candi Kidal adalah mahakarya arsitektur yang dibangun untuk menghormati Raja Anusapati, raja kedua Singhasari. Candi ini sering dianggap sebagai candi paling romantis di Jawa Timur karena bentuknya yang ramping, simetris, dan penuh dengan detail artistik. Dibangun sekitar tahun 1248 Masehi, Candi Kidal berfungsi sebagai tempat pemujaan sekaligus pengingat akan bakti seorang anak kepada orang tuanya, yang tertuang dalam mitologi kuno yang sangat populer.

  • Relief Garudeya: Daya tarik utamanya adalah relief Garuda yang membebaskan ibunya dari perbudakan. Konon, sosok Garuda inilah yang menginspirasi lahirnya lambang negara Garuda Pancasila.
  • Kepala Kala yang Detail: Di atas pintu masuk, terdapat ukiran wajah raksasa (Kala) yang sangat ekspresif dengan jemari mencengkeram, berfungsi sebagai pengusir energi negatif.
  • Proporsi Estetik: Kidal memiliki perbandingan kaki, badan, dan atap yang sangat proporsional, menjadikannya standar kecantikan arsitektur candi masa transisi.

3. Candi Jago: Perpustakaan Relief di Atas Batu

Wisata Candi di Malang

Candi Jago, yang berasal dari kata Jajaghu (berarti ‘keagungan’), adalah tempat pendarmaan bagi Raja Wisnuwardhana, ayah dari Kertanegara. Berbeda dengan candi lainnya, Candi Jago menyerupai sebuah “perpustakaan batu” karena hampir seluruh permukaan dindingnya tertutup oleh pahatan relief cerita yang sangat padat. Candi ini menjadi bukti nyata adanya akulturasi antara agama Hindu dan Buddha Tantrayana yang berkembang pesat pada abad ke-13, menciptakan sebuah harmoni religi yang tertuang dalam arsitektur berundak.

  • Struktur Punden Berundak: Bentuknya unik karena tidak simetris, melainkan semakin ke atas semakin menjorok ke belakang, mirip dengan struktur pura-pura tua di Bali.
  • Gaya Pahatan Wayang: Relief di sini dipahat dengan gaya gepeng dan kaku menyerupai tokoh wayang kulit, menceritakan epos Krishnayana hingga Arjunawiwaha.
  • Atap yang Hilang: Meski bagian atasnya telah runtuh, sisa reruntuhan menunjukkan bahwa atap candi ini dulunya sangat tinggi, kemungkinan berbentuk Meru.

4. Candi Badut: Sang Tetua dari Kerajaan Kanjuruhan

Wisata Candi di Malang

Candi Badut membawa kita kembali ke masa yang jauh lebih tua, sekitar abad ke-8 Masehi, jauh sebelum dinasti Singhasari maupun Majapahit berdiri. Candi ini dibangun oleh Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan dan menjadi bukti tertua peradaban Hindu-Siwa di Jawa Timur. Meskipun namanya terdengar unik, “Badut” diyakini berasal dari kata Liswa yang berarti penari, sesuai dengan karakter Raja Gajayana yang dikenal gemar menghibur rakyatnya sekaligus pemimpin yang sangat religius.

  • Langgam Jawa Tengah di Timur: Berbeda dengan candi-candi Malang lainnya, Candi Badut memiliki bentuk tubuh yang tambun dan sederhana, sangat mirip dengan gaya candi-candi di Jawa Tengah seperti Candi Dieng atau Gedong Songo.
  • Simbolisme Lingga-Yoni: Di dalam ruangan utama, terdapat simbol Lingga dan Yoni yang masih utuh, melambangkan pemujaan terhadap Dewa Siwa dan simbol kesuburan alam semesta.
  • Situs Tersembunyi: Terletak di tengah pemukiman Kota Malang, candi ini menawarkan kontras yang menarik antara situs purbakala yang tenang dan modernitas kota di sekelilingnya.

Hidden Gems: Situs Suci yang Tersembunyi di Alam Malang

Selain deretan candi utama yang megah, Malang masih menyimpan situs purbakala yang lokasinya tersembunyi di tengah hutan atau perbukitan. Tempat-tempat ini menawarkan atmosfer yang jauh lebih magis dan tenang:

1. Candi Sumberawan: Satu-satunya Stupa di Jawa Timur

Wisata Candi di Malang

Terletak di tengah hutan pinus yang asri di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Singosari, Candi Sumberawan adalah permata tersembunyi yang sangat unik. Berbeda dengan candi lain yang memiliki ruang atau bilik, Sumberawan berbentuk Stupa pejal.

  • Keunikan & Sejarah: Dibangun pada abad ke-14, situs ini diyakini sebagai tempat yang dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk dari Majapahit saat sedang melakukan perjalanan keliling wilayah. Bentuk stupanya melambangkan ajaran Buddha yang kental.
  • Daya Tarik: Di sekitar candi terdapat sumber mata air yang sangat jernih. Suasananya yang sunyi, ditemani suara gemericik air dan hembusan angin hutan pinus, menjadikan tempat ini lokasi favorit bagi mereka yang ingin melakukan meditasi atau sekadar mencari ketenangan pikiran (healing).

2. Candi Songgoriti: Jejak Pemandian Para Bangsawan

Wisata Candi di Malang

Tersembunyi di kawasan wisata Batu, tepatnya di lembah antara Gunung banyak dan Gunung Welirang, Candi Songgoriti adalah bukti bahwa sejak dahulu Malang Barat adalah area peristirahatan. Candi ini unik karena dibangun tepat di atas sumber mata air panas.

  • Keunikan & Sejarah: Candi ini berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-9) dan merupakan candi tertua di wilayah Batu. Secara filosofis, candi ini dibangun sebagai tempat penyucian (ruwat).
  • Daya Tarik: Meskipun bangunannya kini berada di area yang lebih rendah dari permukaan tanah sekitarnya, Anda masih bisa melihat sisa-sisa arsitekturnya yang klasik. Keajaiban situs ini adalah keberadaan tiga jenis sumber air yang muncul di dekatnya: air panas, air dingin, dan air yang berasa belerang, yang dulunya digunakan sebagai sarana penyembuhan.

3. Situs Sekaran: Penemuan Megah di Jalur Tol

Wisata Candi di Malang

Situs ini adalah salah satu penemuan terbaru yang sempat menghebohkan. Terletak di Desa Sekarpuro, situs ini ditemukan secara tidak sengaja saat pembangunan proyek jalan tol Malang-Pandaan pada tahun 2019.

  • Keunikan & Sejarah: Berupa struktur bata merah yang sangat luas, situs ini diyakini sebagai sisa-sisa pemukiman atau kompleks bangunan suci dari masa pra-Majapahit (akhir Singhasari).
  • Daya Tarik: Mengunjungi Situs Sekaran memberikan Anda perspektif baru tentang bagaimana peradaban kuno di Malang tertata. Struktur bata yang tersusun rapi memberikan gambaran tentang kemajuan teknik sipil nenek moyang kita dalam membangun fondasi bangunan yang tahan lama.

Tips Menikmati Wisata Candi di Malang Agar Lebih Berkesan

Agar kunjungan Anda ke situs-situs purbakala ini tidak hanya sekadar mampir, ikuti panduan berikut:

  1. Gunakan Waktu “Golden Hour”: Datanglah pada pukul 08.00 – 10.00 pagi. Cahaya matahari pagi akan memberikan tekstur yang lebih tegas pada relief candi, sangat ideal untuk pengambilan foto estetik tanpa gangguan kerumunan.
  2. Bawa Buku Catatan atau Baca Narasi: Setiap candi memiliki cerita. Sebelum datang, sempatkan membaca sejarah singkat tentang raja yang didarmakan di sana agar Anda bisa merasakan kedekatan emosional dengan situs tersebut.
  3. Hormati Aturan Situs: Selalu ingat untuk tidak menaiki bagian candi yang dilarang (biasanya ditandai) dan menjaga kesopanan tutur kata. Banyak dari situs ini yang masih dianggap sakral oleh penduduk setempat.

Kesimpulan

Wisata candi di Malang adalah undangan bagi kita untuk kembali menoleh ke belakang, menghargai akar budaya, dan mengagumi betapa besarnya bangsa ini di masa lalu. Setiap pahatan batu di Singosari, Kidal, maupun Jago adalah saksi bisu bahwa Malang bukan sekadar kota wisata, melainkan kota sejarah yang menyimpan identitas Nusantara.

Mari lestarikan warisan leluhur dengan mengunjungi dan menjaganya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya.

Mengingat lokasi candi-candi di Malang yang letaknya cukup tersebar mulai dari wilayah Singosari hingga Tumpang, perjalanan akan jauh lebih efisien jika Anda menggunakan kendaraan pribadi. Jika Anda ingin menjelajahi jejak sejarah ini tanpa harus pusing memikirkan rute dan navigasi, Anda bisa mengunjungi candi-candi legendaris ini bersama kami, Malang Army Trans, yang siap mengantar Anda dengan pelayanan prima. Driver kami tidak hanya mengantar, tetapi juga memastikan perjalanan Anda antar situs sejarah berlangsung nyaman, aman, dan tepat waktu.

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment